Aplikasi Kematian, Temuan terbaru

Temuan Baru, Aplikasi Prediksi Kematian!

Aplikasi Kematian, Temuan terbaru

Temuan Baru, Aplikasi Prediksi Kematian!

Aplikasi Kematian, Temuan terbaru

Aplikasi Kematian, Temuan terbaru – Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi kini berkembang sangat pesat. Bermacam kemudahan untuk mendapatkan informasi dari seluruh penjuru dunia hanya dalam beberapa detik. Mau tidak mau harus mengikuti perkembangan teknologi sekarang. Zaman dulu, orang jika ingin menggunakan komputer hanya bisa di kantor atau di rumah, sekarang bisa menggunakan di mana saja dan kapan saja. Komputer tidak akan berguna kalau tidak dilengkapi dengan software. Software sendiri merupakan sebuah perangkat lunak yang terbuat dari kombinasi banyak bahasa pemrograman. Yang mampu menghasilkan sebuah aplikasi yang memiliki fungsi.

Lalu adakah penemuan baru seiring berkembangnya teknologi informasi saat ini?

Ada penemuan baru software untuk mendeteksi kematian. Seorang ilmuwan Amerika Serikat baru saja mengembangkan sebuah software yang memiliki kemampuan yang luar biasa. Jadi, software ini memiliki kemampuan untuk memprediksi seorang manusia kapan mati dengan memiliki tingkat keakuratan yang hampir sempurna, yaitu 90%. Wow, so amazing!

Tetapi, software ini tidak bisa memprediksi kematian seseorang bagaimanapun juga. Kenapa demikian? Ya karena semua urusan hidup dan mati seseorang ada di tangan sang pencipta. Software ini hanya bisa memprediksi kematian dalam kondisi kritis, misal kecelakaan parah, atau memiliki penyakit dalam sampai koma. Ternyata software ini menerapkan teknologi Artificial Intelligence yang telah dianalisis oleh ilmuwan tersebut dengan menggunakan 160.000 pasien dari anak-anak hingga dewasa dari salah satu Rumah Sakit yang ada di Amerika Serikat.

BACA JUGA


Bagaimana proses belajar dan apa saja yang dipelajari oleh software menggunakan teknologi Artificial Intelligence?

Software tersebut mempelajari rekaman jejak kesehatan pasien, seperti diagnosis, prosedur yang dilakukan seperti apa, kemudian jenis obat yang dikonsumsi. Lalu software tersebut menggunakan algoritma yang sudah diterapkan ke lebih dari 40.000 pasien dengan kondisi sedang kritis. Software tersebut akan mempelajari kondisi pasien dan memberikan warning ke dokter jika pasien tersebut mengalami kondisi yang buruk, atau mengarah ke kematian. Data yang dipelajari memungkinkan untuk menciptakan model prediksi kematian seseorang dengan kondisi sedang kritis. Salah satu ilmuwan di Amerika Serikat merasa terbantu dengan adanya software ini karena bisa mengantisipasi setidaknya menyelamatkan nyawa seseorang.

Komputer telah diisi dengan informasi 250.000 orang dari 30 tahun terakhir, sehingga bisa digunakan untuk referensi diagnosa penyakit secara cepat. Diharapkan dengan adanya diagnosa yang cepat, penanganannya juga cepat. Tetapi software ini bukan untuk menggantikan peran dokter sepenuhnya. Peran dari Artifial Intelligence yang diterapkan pada komputer merupakan dukungan untuk dokter dalam menangani masalah pasien.

Baca Juga Artikel : Xiaomi,5 Ponsel Terbaik di tahun 2019

Komputer dapat mengumpulkan data pasien setiap tiga menit. Apa saja data yang dikumpulkan? Yaitu mulai dari kapasitas oksigen, tekanan darah, dan data lain yang dibutuhkan dokter untuk pasiennya yang kemudian dikirim ke dokter yang menangani pasien tersebut. Menurut salah satu Dokter di Rumah Sakit Amerika Serikat, software ini bisa memprediksi sampai 90% kemungkinan seseorang sedang sekarat. Apabila komputer mengatakan seseorang akan meninggal, maka kemungkinan besar akan meninggal meskipun waktunya tidak bisa ditentukan.

Share this post